Polri Tangkap 3.862 Pedemo: 1.548 Pelajar, 796 Dicap Anarko

iNDONFOKUS | IdPro – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut 796 orang yang ditangkap terkait demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja sebagai kelompok anarko.  Agen SBOBET

Berdasarkan data Polri, ada 3.862 orang yang sudah ditangkap diberbagai wilayah di Indonesia.

“Beberapa orang yang diamankan yang terindikasi dari kelompok anarko itu ada sebanyak 796 orang di Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jatim, Polda Metro Jaya (Jakarta), Sumatera Utara dan Kalimantan Barat”, ucap Argo di Mabes Polri.

Kemudian, ada sebanyak 601 masyarakat umum yang ditangkap di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Jakarta.

IdProLalu, pelajar sebanyak 1.548 di daerah Sulawesi Selatan, Jakarta, Sumatera Utara, dan Kalimantan Tengah. Selanjutnya, mahasiswa sebanyak 443 orang di Sulawesi Selatan, Jakarta, Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara Papua Barat dan Kalimantan Tengah.

“Buruh sebanyak 419 di Jakarta dan Sumatra Utara. Ada pengangguran sebanyak 55 di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara,” ucap Argo.

Argo menuturkan mereka yang diamankan itu sampai saat ini masih menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan.

Terkait penangkapan pelajar dan anak-anak, pihak kepolisian akan memanggil orang tua agar nantinya bisa dilakukan pengawasan. Judi Bola

Sementara itu, Argo juga menyebut sebanyak 145 orang pedemo yang diamankan ternyata reaktif Covid-19.

“Dari semua yang kita amankan, kita lakukan protokol kesehatan, itu kita menemukan 145 reaktif,” ujarnya.

Di sisi lain, Argo menyebut ada sebanyak 129 pedemo yang saat ini juga menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Jakarta lantaran mengalami luka saat aksi demo.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus sebelumnya mengatakan sebagian besar massa aksi Omnibus Law yang ditangkap aparat kepolisian di Jakarta merupakan kelompok anarko.

“Sudah hampir seribu yang kita amankan, itu adalah anarko-anarko itu, perusuh-perusuh itu,” kata Yusri kepada wartawan, Kamis (8/10).

Sosiolog dari Universitas Andalas, Indradin, meragukan tudingan Polri yang melabeli orang-orang yang ditangkap sebagai kelompok anarko. Menurutnya, perusakan maupun kericuhan usai demo secara spontan bisa dipicu salah satunya oleh psikologi massa di lapangan.

iNDONFOKUS | IdProDia mengatakan hal itu bukan sesuatu yang mudah disimpulkan, apalagi menyematkan kelompok tertentu sebagai penunggang atau pemicu ricuh demonstrasi. Polisi dinilai terlalu dini melabeli ratusan orang yang ditangkap sebagai bagian kelompok anarko.

“Mestinya perlu juga penelitian yang mendalam atas data atau tuduhan polisi terhadap kelompok yang ditangkap,” kata Indradin saat dihubungi CNNIndonesia.com.

IdProKelompok anarko semakin mendapat sorotan oleh aparat kepolisian sejak Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2019, berujung ricuh di beberapa daerah. Tito Karnavian yang kala itu menjabat Kapolri secara gamblang menyebut bahwa kerusuhan dipicu oleh keterlibatan kelompok Anarko Sindikalisme. Betting Online

 

Bolapurnama merupakan agen MIX PARLAY paling dicari saat ini di Indonesia karena sudah tidak di ragukan lagi dalam hal pelayanan Cs ke member dalam hal pembuatan akun dan kendala di seputar permainan . Cukup dengan 1 User Akun anda sudah bisa bermain semua game buruan tunggu apa lagi segera daftarkan diri anda hanya di Bolapurnama!

SBOBET, Agen SBOBET, Agen Bola, Judi Bola, Betting Bola, Taruhan Bola, Bandar Bola, Taruhan Online, Judi Online, Tangkas Online, Togel Online, Casino Online, Betting Online
TAWARAN PROMO yang masih berlaku:
  • Bonus Cashback Setiap Minggunya Hingga 15%
  • Bonus Ajak Teman (Referral)  Sebesar 2.5% Seumur Hidup
  • Bonus Rollingan Casino 0.8%

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *